Karya Khas Mahasura

Senandika Sang Pahlawan

Tika itu,

Tanah Melayu yang Nirmala,

Dinoda, dihina, diragut daulatnya.

Tika itu,

Mendidih darah pekat-likat,

Kersani mengalir deras ke belikat,

Sang pahlawan tekad,

Dengan tingkah seni silat

Berjuang setiap saat,

Usir penjajah satu matlamat.


Tika itu,

Si penjajah laknat semakin mundur,

Semangat mereka mulai kendur,

Perjanjian dirangka diatur,

Maka,

Merdekalah kita,

Bersorak-sorai, menyambut kalimat

MERDEKA!


Saat ini,

Ertinya merdeka seakan niskala,

Anak bangsa semakin alpa,

Terjampi dek serapah dunia,

Termusnah cinta akan negara,

Hilang terbang di jumantara. 


Saat ini, terjerit senandika Sang Pahlawan,

Lelah, perit, jerih aku berkorban,

Mengapa seakan dilupakan.


Saat ini,

Perlu dipasak utuh jati diri,

Disemat sumpah pada Ilahi,

Teras lima yang tertinggi,

Rukun negara menjadi nadi,

Jika tidak, tanah kita dijajah lagi.


Saat ini,

Runtuhkanlah segala abar

Yang menutup jendela jiiwa,

Agar ertinya merdeka terukir di sanubari kita,

Tersulam di jiwa, terpancar di mata,

Terjulang api merdeka Malaysia

Di dada dunia.


Nukilan: Nurain Binti Zainal (003)